Tuahnya langit melaut biru,
Merentang onar duka mengigit jiwa,
Walhal, si mentari bersinar,
Menyengat kulit kerdil ini,
Yang memamah rezeki tuhan,
Berusaha sedaya mungkin.

Dingin keringat kukesat,
Memerah kudrat membesarkanmu,
Aku yang terlalu cinta,
Mengharapkan kau yang akan tiba,
Insan yang berbahagia,
Meraih cita-citamu itu.

Oh, betapa inginnya aku,
Memangkin hatta diteladani,
Olehmu si anak tercinta,
Kehidupan esok akan menjadi milikmu,
Dan aku berehat sepi,
Setia menanti kunjungan mu…..