Ku jengah langit terbentang membiru,
Di lantai bumi nun menghijau,
Meruntun hati kecil nurani,
Sambil mulut ini berzikir,
Kepujian setinggi awangan,
Akan kebesaran Maha Pencipta…

Namun, langit itu dionar,
Hitam kelam merabuni segala,
Hijau bumi ku ditelan konkrit melata,
Dan mencakar angkasa itu,
Lantas menarik aku ke dunia lara…

Ku bisa lihat warna arus itu,
Yang terang dan yang gelap,
Yang baru mahupun yang kusam,
Yang terpuji sekalipun yang terhina,
Menghumban aku kehidupan material,
Menghimpit ruang kebebasan,
Getus keluh dalam kehibaan,
Aku yang terbenam….

Masihkah ada lagi sinar cahaya,
Warna hidayah dan takwa,
Aku melontar tangan ini mencapai,
Saat sisa nafas yang berlonjak,
Menanti masa yang dijanjikan…

Seyogia aku bersyukur,
Hatta ada lagi reda-Mu,
Yang membawa aku kembali,
Dari terus dibutai,
Jutaan warna kehidupan……….