Hari-hari yang kulalui,
Tiada bandingnya bulan rahmat itu,
Kerana nilai manis iman,
Diruntun ketegarannya,
Walhal sang manusia alpa,
Bangga memamah dosa,
Meneguk kehinaan diri,
Noda menjadi lumrah.

Hari-hari yang kutempuhi,
Tiada sesuci murni keberkatan,
Bahkan terserlah ceria,
Wajah mereka berpuasa,
Bukan rasa haus dan lapar,
Menjerat diri mereka,
Malah mempergagah diri,
Di tengah-tengah kehidupan fana.

Hari-hari yang kurenungi,
Yang putih dan yang hitam,
Sering bernada dalam ibadah,
Kemenangan bagi sang pejuang,
Kerugian si insan yang leka,
Ramadan Al-mubarak ini,
Hakikat yang pasti.

HN Harima