Yang bernama panas,
Mengukir bibit-bibit di mulut,
Sesekali keluh-kesah,
Dan laluan membahang,
Dari si mentari yang gagah…

Yang bergelar panas,
Saat jemari itu berdetik temu,
Masa yang tidak menunggu,
Kalian gagahi pancaran terik ini,
Hatta sekalipun derita…

Yang beristilah panas,
Definisi hidup yang tiada bertepi,
Sentiasa di benci,
Barangkali enggan reda,
Akan ujian kecil ini….

Tapi, panas ini tidak berdefinisi,
Tika limpahan hujan tidak mahu betah,
Kalian meminta-minta,
Saat kembali panas,
Tatkala suram hujan kelak….